Bandung, 9 Oktober 2026 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), melalui Direktorat Kemitraan dan Urusan Internasional (DKUI), bertindak sebagain tuan rumah pada penyelenggaraan kegiatan tahunan joint course bersama Telkom University bertajuk “Strategi Meningkatkan Peluang Publikasi dengan Memperkuat Metodologi Penelitian”. Kegiatan kolaboratif yang diselenggarakan secara berkelanjutan selama 4 tahun ini bertujuan untuk mengeksplorasi kerangka kerja praktis dan pendekatan modern dalam meningkatkan kualitas riset serta kesuksesan publikasi ilmiah mahasiswa dan akademisi.
Program ini dihadiri oleh 35 peserta dari lebih dari 10 negara. Acara dibuka dengan sambutan resmi dari Direktur DKUI, Pupung Purnawarman, Ph.D. serta dihadiri oleh Dr. Lili Adi Wibowo selaku Direktur Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Sciense Techno Park (DIHSTP) yang mewakili Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI. Pihak penyelenggara meyakini bahwa riset yang berdampak merupakan kunci utama serta agenda ini akan sangat membantu seluruh peserta dalam meningkatkan peluang publikasi pada jurnal bereputasi.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama yang memberikan pembekalan komprehensif, yaitu Prof. Eri Kurniawan, Ph.D., Profesor Linguistik Interdisipliner dan Kepala Divisi Kemitraan Internasional UPI serta Wirania Swasty, Ph.D., dosen pada Program Studi Magister Desain dan Kepala Bagian Kantor Internasional Tel-U.
Pada sesi pertama yang dibawakan oleh Prof. Eri, para peserta diberikan materi mengenai cara mengaudit dan menyusun bagian metodologi untuk publikasi internasional. Beliau menekankan bahwa metodologi yang kokoh merupakan kunci utama untuk menembus jurnal bereputasi dan mentranslasikan riset menjadi solusi dunia nyata. Selain menjelaskan perbedaan mendasar antara pendekatan kuantitatif yang berfokus pada data numerik dan pengujian hipotesis serta pendekatan kualitatif yang menekankan pengalaman dan interpretasi data naratif, beliau juga menggarisbawahi pentingnya audit metodologi untuk memastikan transparansi, validitas, replikabilitas, dan pengelolaan bias secara objektif.

Pada sesi kedua, Wirania Swasty, Ph.D., mengangkat topik penting mengenai integrasi tools AI dalam alur kerja penelitian akademik untuk merangkum dan menyusun kerangka naskah. Beliau menekankan bahwa meskipun AI sangat membantu, alat ini memiliki keterbatasan akurasi serta risiko “halusinasi” data fiktif. Oleh karena itu, beliau menggarisbawahi etika penggunaan AI di mana peneliti wajib mencantumkan pengungkapan penggunaan AI (AI disclosure), tidak menjadikan AI sebagai ko-penulis, serta menegaskan bahwa AI hanyalah alat bantu dan tanggung jawab ilmiah sepenuhnya tetap berada pada peneliti.
Publikasi artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi merupakan persyaratan penting bagi kelulusan mahasiswa di Indonesia. Melalui penguatan metodologi dan pemanfaatan AI yang bijak serta beretika, diharapkan riset yang dihasilkan tidak hanya bernilai akademis tinggi tetapi juga berorientasi pada inovasi dan solusi global.
UPI dan Telkom University berkomitmen untuk terus melanjutkan kegiatan tahunan ini secara rutin dengan sistem pertukaran tuan rumah demi memperkuat kolaborasi riset antar-institusi.
TIM DIVISI KEMITRAAN INTERNASIONAL