DKUI Dampingi Kemitraan Berdampak dengan Lintasarta guna Akselerasi Pembelajaran Jarak Jauh dan Infrastruktur Metamesta UPI

Bandung, 15 September 2026 – Direktorat Kemitraan dan Urusan Internasional (DKUI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus berkomitmen mengawal dan mendampingi terciptanya kemitraan yang memberikan dampak nyata bagi transformasi akademik universitas. Dalam rangka memastikan efektivitas penjalinan kerja sama sektor teknologi, DKUI mendampingi pelaksanaan audiensi antara pimpinan UPI dan PT Aplikanusa Lintasarta di Ruang Rapat Gedung DSTIPD Lama. Pertemuan ini berfokus pada percepatan penyediaan infrastruktur komputasi untuk menyokong ekosistem Metamesta UPI serta memperluas jangkauan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis teknologi mutakhir.

Audiensi ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu UPI, Prof. Dr. Vanesa Gaffar, S.E., Ak., M.B.A., Direktur Direktorat Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta (DPKPDKBM), Prof. Dr. Ahmad Yani, M.Si., Direktur Direktorat Sistem Teknologi Informasi dan Pusat Data (DSTIPD), Dr. Cepi Riyana, M.Pd., serta perwakilan manajemen PT Lintasarta, Pak Sigit Pramudyantoro (Lead CEO Office) dan Pak Iman Ferdiansyah R. (HeadWest Java and Banten Commerce). Pertemuan ini difokuskan pada penyelarasan kebutuhan operasional Metamesta dengan ketersediaan infrastruktur teknologi mutakhir.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Vanesa Gaffar, menekankan pentingnya penguatan mutu akademik dan penjaminan kualitas pembelajaran seiring dengan percepatan transformasi digital kampus.

“Pengembangan infrastruktur digital dan platform Metamesta bukan sekadar modernisasi fasilitas kampus, melainkan harus berorientasi pada peningkatan mutu serta penjaminan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan integrasi teknologi mutakhir ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan pengalaman akademik seluruh civitas akademika,” tegas Prof. Vanesa Gaffar.

Sejalan dengan hal tersebut, Prof. Ahmad Yani, menyampaikan bahwa percepatan infrastruktur ini menjadi kebutuhan agar UPI tetap unggul dalam persaingan inovasi kampus digital secara nasional. Ekosistem Metamesta disiapkan untuk menopang berbagai program strategis, mulai dari Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), program percepatan lintas jenjang (fast-track), hingga pelatihan Pekerti bagi para dosen.

Sementara itu, Dr. Cepi Riyana, menggarisbawahi bahwa pemrosesan lingkungan visual 3D Metamesta serta integrasi modul AI membutuhkan daya komputasi yang tinggi. Dukungan infrastruktur komputasi berbasis server GPU dedicated serta layanan cloud dari PT Lintasarta diharapkan dapat melengkapi kapasitas pusat data internal UPI saat ini.

Pihak Lintasarta menyambut baik inisiatif kolaborasi ini dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung kebutuhan teknologi UPI melalui penyediaan jaringan, infrastruktur cloud, dan komputasi cerdas. Melalui audiensi ini, seluruh unit kerja terkait di UPI—termasuk tim kurikulum, IT, kemitraan, dan keuangan—berkomitmen memperkuat koordinasi teknis demi mewujudkan ekosistem Metamesta UPI yang andal dan berdaya saing tinggi.

Sebagai unit yang mengawal tata kelola kolaborasi institusional, DKUI tidak hanya memastikan bahwa kerja sama yang dibangun mampu menjawab kebutuhan substantif unit-unit akademik di lingkungan UPI, tetapi juga mendukung proses penyiapan dokumen kerja sama, mulai dari Nota Kesepahaman (MoU) hingga konsultansi penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA). Direktur DKUI menambahkan bahwa fasilitasi tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan setiap kemitraan dapat diimplementasikan secara efektif, transparan, dan akuntabel, serta memberikan dampak nyata bagi pengembangan institusi.

Tim Divisi Kemitraan Nasional – DKUI

Scroll to Top