
BANDUNG – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Direktorat Kemitraan dan Urusan Internasional (DKUI) bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia menyelenggarakan Workshop dan Sharing Session Monitoring dan Evaluasi (Monev) Mahasiswa Penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) pada Sabtu (20/06/2026) di Cipaku Garden Hotel, Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengawal perkembangan akademik mahasiswa sekaligus mengoptimalkan potensi santri sebagai calon pemimpin, pendidik, dan penggerak pembangunan masyarakat di masa depan.
Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) merupakan program strategis Kementerian Agama yang memberikan kesempatan kepada santri-santri terbaik dari berbagai pesantren di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi pada perguruan tinggi terkemuka, termasuk Universitas Pendidikan Indonesia. Para penerima beasiswa tersebut tergabung dalam organisasi mahasiswa Community of Santri Scholars Ministry of Religious Affairs (CSSMORA) yang menjadi wadah pengembangan kapasitas akademik, kepemimpinan, dan jejaring mahasiswa selama menempuh studi.

Saat ini, UPI membina 93 mahasiswa penerima PBSB, yang terdiri atas 29 mahasiswa angkatan 2022, 45 mahasiswa angkatan 2023, dan 19 mahasiswa angkatan 2024. Sebagian besar mahasiswa menempuh pendidikan pada program studi yang memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan, seperti Administrasi Pendidikan, Teknologi Pendidikan, serta Bimbingan dan Konseling. Selain itu, mahasiswa PBSB juga tersebar pada sejumlah program studi lain yang mendukung penguatan keterampilan dan kewirausahaan, antara lain Pendidikan Tata Boga, Pendidikan Tata Busana, Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Bisnis Digital.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini dihadiri oleh Hery Irawan, S.S., Ketua Subtim Kelembagaan dan Kerja Sama pada Subdirektorat Pendidikan Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia. Dari pihak UPI hadir Pupung Purnawarman, M.Sc.Ed., Ph.D., Direktur Kemitraan dan Urusan Internasional (DKUI), Kepala Divisi Kemitraan Nasional DKUI, Kasie Adum DKUI, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, serta para Ketua Program Studi yang menjadi rumah akademik mahasiswa penerima PBSB, dan seluruh staff DKUI .
Dalam sambutannya, Direktur DKUI UPI, Pupung Purnawarman, menyampaikan bahwa mahasiswa PBSB merupakan aset bangsa yang memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di lingkungan pesantren maupun masyarakat luas. Oleh karena itu, UPI berkomitmen tidak hanya mendukung keberhasilan akademik mereka, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan wawasan global dan kompetensi kepemimpinan.

“Mahasiswa PBSB memiliki semangat belajar, daya juang, dan nilai-nilai karakter yang kuat. Kami berharap mereka dapat memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia di UPI untuk mengembangkan kapasitas diri, baik melalui kegiatan akademik, organisasi, maupun pengalaman internasional,” ujarnya.
Sejalan dengan semangat internasionalisasi kampus, sejumlah mahasiswa PBSB juga telah berpartisipasi dalam berbagai program internasional yang difasilitasi UPI, termasuk kegiatan international student mobility, program pertukaran mahasiswa, kuliah tamu internasional, seminar global, serta berbagai aktivitas kolaboratif dengan mahasiswa dari berbagai negara. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif global mahasiswa tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan yang menjadi fondasi utama mereka.
Pada sesi pemaparan kebijakan, Hery Irawan menjelaskan perkembangan Program Beasiswa Santri Berprestasi secara nasional serta berbagai upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas layanan dan pembinaan mahasiswa penerima beasiswa. Ia menegaskan bahwa santri penerima PBSB diharapkan tidak hanya menjadi lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan penguatan lembaga pesantren.

Melalui sesi dialog dan sharing session, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan perkembangan studi, capaian prestasi, tantangan yang dihadapi, serta aspirasi mereka selama menempuh pendidikan di UPI. Forum ini menjadi sarana penting untuk memperkuat komunikasi antara mahasiswa, universitas, dan Kementerian Agama dalam mendukung keberhasilan studi para penerima beasiswa.
Ke depan, para mahasiswa PBSB diharapkan dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan pesantren di Indonesia. Kompetensi yang diperoleh melalui bidang Administrasi Pendidikan, Teknologi Pendidikan, dan Bimbingan dan Konseling diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan tata kelola, inovasi pembelajaran, dan layanan pendidikan di pesantren. Sementara itu, mahasiswa yang menempuh studi di bidang Pendidikan Tata Boga, Pendidikan Tata Busana, Desain Komunikasi Visual, dan Bisnis Digital diharapkan mampu mendorong kemandirian pesantren melalui pengembangan kewirausahaan, ekonomi kreatif, dan berbagai inovasi bisnis berbasis pesantren.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, UPI dan Kementerian Agama menegaskan komitmen bersama untuk terus mendampingi dan mengembangkan potensi santri Indonesia agar menjadi generasi unggul, berintegritas, berdaya saing global, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan kemandirian pesantren di masa depan.
DKUI – Divisi Kemitraan Nasional
Universitas Pendidikan Indonesia